Lembar selatan 29/06/2020; Kepala Desa Lembar Selatan H. BENY BASUKI, S.T  berharap usulan ditahun ini Sebanyak 40 unit bangunan tempat tinggal yang tersebar pada sebelas Dusun di Desa Lembar Selatan masuk dalam kategori rumah kumuh atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).ini  laporan yang diterima dari masing masing Kepala Kewilayahan (KADUS) setempat bahwa rumah yang diusulkan rata rata bangunannya sangat memperihatinkan, dilihat dari dinding yang terbuat dari anyaman bambu (bedek),Bata mentah,papan/triplek, lantai rumah belum permanen, dan tempat mandi,cuci, dan kakus (MCK) masih belum memenuhi syarat sehat karena sebagian besar kepala keluarga usulan RTLH  memiliki pekerjaan sebagai kuli/buruh dengan penghasilan yang tidak tetap antara 25000-35000 per-hari, dari penghasil yang masih minim untuk merenovasi rumah pasti tidak mampu karena kebutuhan sehari- hari saja masih kurang ‘jelas Kadus’

RODY HAFIKIN (TFL)

Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Rody Hafikin menjelaskan secara rinci bahwa  program dalam pengentasan RTLH adalah BRS (Bantuan Rumah Swadaya) dimana dalam menjalankan program ini harus ada sinkronisasi antara pihak pihak terkait seperti Dinas Perumahan dan Permukiman, melalui tenaga fasilitatornya bersinkronisasi dengan masyarakat penerima bantuan untuk menjalankan dan mensukseskan program BRS (Bantuan Rumah Swadaya) ini. Adapun proses dalam penentuan penerima bantuan melalui mekanisme yang lumayan  panjang ‘jelasnya’ dimana Desa harus berperan aktif dalam pengusulan yang dibuat dalam bentuk proposal yang ditunjukan pada Dinas Perumahan dan Permukiman, untuk menindak lanjuti proposal yang telah di buat desa Dinas Perkim memberi mandat kepada Fasilitator untuk melakukan indentifikasi, verifikasi, dan validasi data sesuai  usulan dari desa.

Rody juga menambahkan bagi calon penerima bantuan diharuskan atau wajib memiliki dokumen pendukung seperti E-KTP dan KK, serta mau berswadaya . Dalam program BRS ini jumlah bantuan yang terima oleh masyarakat sejumlah Rp 17.500.000 adapun dana tersebut dibagi  menjadi dua, Rp 15.000.000 dalam bentuk bahan bangunan, dan Rp 2.500.000 untuk ongkos tukang, dalam program BRS ini tidak serta merta semua masyarakat berhak untuk mendapatkan melainkan ada beberapa kriteria yang harus masuk dalam usulan seperti Rumah bedek, Rumah dengan bahan bata mentah, Rumah dengan tingkat kerusakan 75% . dan yang terpenting juga adalah tanah tidak bersengketa atau bermasalah ‘tegas fasilitator’