Sejarah Desa Lembar Selatan

Asal mula terbentuknya Desa Lembar Selatan yaitu berawal dari keinginan masyarakat yang mengharapkan peningkatan kualitas pelayanan publik mengingat pusat pemerintahan Desa induk ( Lembar ) jaraknya cukup jauh sekitar 3 km dari Dusun Lembar, Puyahan, Padak, Cemare, Pesanggaran, Sepakat, Segenter dan Batu Samban.

Disamping itu Desa Lembar Pada saat itu terdiri dari 11 dusun dengan bentang wilayah yang cukup luas sehingga menghambat pemerataan pembangunan dalam berbagai sektor serta minimnya sarana transportasi yang menuju ke desa induk.

Atas dasar itulah bersama para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta masyarakat lainnya dari Dusun Lembar, Puyahan, Padak, Cemare, Batu Samban dan Pesanggaran melakukan musyawarah merencanakan pemekaran wilayah atau berpisah dari desa Lembar, setelah dilakukan musyawarah bersama dan perjuangan serta proses yang cukup panjang dan lama, mereka bersama beberapa tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para pemuda lainnya secara bersama-sama mengusulkan pemekaran desa, tentu saja banyak halangan dan rintangan yang dihadapi, namun berkat dukungan masyarakat dari keenam dusun tersebut akhirnya Kepala Desa Lembar ( Drs. Lalu Wiratakariadi) menyetujui pemekaran desa. Selanjutnya, maka tepat pada tanggal 10 Maret 2010 diadakanlah rapat warga bertempat di Aula Kantor Desa Lembar.

Pada rapat tersebut terbentuklah nama desa pemekaran menjadi Desa Persiapan Lembar Selatan lengkap dengan perangkatnya, dan pembentukan anggota BPD desa persiapan Lembar Selatan terbentuk pada tanggal 18 Agustus 2010
Dan sebagai tindak lanjut adalah respon dari Pemerintah Daerah, berdasarkan SK Bupati Lombok Barat Nomor 815/31/BPMPD/2010.

Diresmikanlah pemekaran Desa Persiapan Lembar Selatan bersamaan dengan peresmian Desa Persiapan Jembatan Gantung, Mareje Timur pada tanggal 13 Juli 2010, dan selaku Pejabat Sementara Kepala Desa Persiapan Lembar Selatan pada saat itu adalah Bapak H. Sadli, S.ip.